Posted by: irfan on: October 29, 2008
Oleh Wartawan Kompas.com IGN Sawabi
YOGYAKARTA - Membaca judul tulisan ini, sepintas mengingatkan sebuah film karya Judy Subroto di tahun 90-an. Waktu itu, kata “presiden” dalam judul film dengan bintang utama Yaty Surachman itu, sempat menjadi polemik, Nyoman dan Presiden. Sebuah film dengan setting tempat Denpasar dan sekitarnya.
Departemen Penerangan kala itu seolah mengharamkan kata “presiden” untuk judul film. Setelah melalui pederbatan panjang, akhirnya disepakati penggantian judul menjadi Nyoman dan Merah Putih.
Saat itu, kata “presiden” memang seolah sebuah menara gading. Bahkan jika kita dilakukan penelitian, tidak ada satu anak pun yang bercita-cita menjadi presiden. Tetapi ada boneka yang dengan beraninya bercita-cita menjadi presiden, yakni Suzan boneka milik Ria Enes.
Sepulang dari menyaksikan deklarasi Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden dalam pilpres 2009 Jumat 28 Oktober sore tadi, saya sengaja memilih naik becak. Saya ingin tahu, mengapa pembawa acara beberapa kali mengatakan rakyat Yogyakarta harus legowo, jika Sultan HB X berkiprah di tingkat nasional.
Saya memilih becak yang sejak siang ngetem di depan Sate Pak Amat, Alun-alun Utara untuk mengantar saya ke kantor Kompas biro Yogya di Jl Suroto. Pak becak tadi, sebut saja namanya Wakijo, adalah warga Bantul Yogyakarta. Meski lahir, besar dan mencari makan di Yogya, Wakijo adalah salah satu orang yang kurang sependapat jika Sultan berkiprah di tingkat nasional.
Wakijo dan saya, berdiskusi tentang presiden sambil menyusuri jalan raya di Yogya. Meski baru kenal, seolah kami seperti teman lama. Begitu salah satu karakter warga Yogya yang akrab, ramah, semanak dan bisa menerima siapa saja.
“Saya sedih banget Mas, kalau Ngarsa Dalem (sebutan Sultan oleh rakyat Yogya) meninggalkan Yogya, meskipun jadi Presiden,” begitu kalimat pertama Wakijo ketika saya tanya.
Dari becak tanpa atap itu, saya bisa melihat wajah Wakijo yang gundah. “Lho, sampeyan kan harusnya senang, bangga, wong sampeyan kenal dengan Calon Presiden?” saya mencoba mengorek lebih jauh.
Sambil mengayuh becak, Wakijo berbicara begitu keras volume suaranya. Mungkin khawatir saya tidak mendengar ucapannya, karena lalu lintas di Yogya sore itu sangat ramai. “Siapa nanti yang akan melindungi saya, kalau Ngarsa Dalem pindah ke Jakarta?” katanya. Selama ini, begitu Wakijo melanjutkan ceritanya, Ngarsa Dalem lah yang melindungi kami. Kalau Ngarsa Dalem ke Jakarta, mungkin saya dan teman-teman tidak bisa mengayuh becak lagi. Teman-teman yang jualan di pinggir jalan akan digusur…”
Sampai di situ kalimat Wakijo terputus-putus, entah karena tenggorokannya tercekat oleh kegundahan hatinya atau entah karena dia terengah-engah mengayuh becaknya.
“Apa becak dan PKL akan digusur?”
“Wah jan, sudah bola-bali diisukan akan digusur, becak juga mau dikandangkan dan lain-lain. Harapan saya tinggal kepada Ngarsa Dalem,” kata Wakijo sambil terus menerus berceloteh tentang kepemimpinan Sultan sebagai Gubernur dan sebagai seorang ayah dari wong cilik.
Sejenak saya teringat pada berita utama Kompas Cetak edisi 27 Oktober. Dalam berita yang dilengkapi grafis hasil jajak pendapat itu secara jelas menyebutkan, jawaban responden tentang kepentingan nasional dan kepentingan daerah lebih banyak yang menjawab kepentingan daerah.
Pertanyaan dalam jajak pendapat itu cukup simpel. Menurut Anda, apakah para pemuda saat ini lebih menonjolkan kepentingan daerah atau mengutamakan kepentingan seluruh bangsa? 74,9 responden memilih jawaban “kepentingan daerah”, 21,8 persen menjawab “kepentingan nasional” sisanya menjawab “tidak tahu”.
Wakijo mungkin menjadi salah satu cerminan yang lebih tragis lagi. Wakijo tidak melihat kepentingan daerah maupun nasional, tetapi kepentingan Wakijo sendiri. Tentu Wakijo ini memiliki dasar pemikiran yang kuat sebelum mengeluarkan pendapatnya, apalagi dia juga sebagai salah satu ketua paguyuban tukang becak. Tentu Wakijo yang ini memiliki keistimewaan.
Jika Wakijo menjadi salah satu responden pada jajak pendapat itu, mungkin dia akan kesulitan menaruh dimana jawabannya. Sebab pada ketiga pilihan jawaban, tidak ada yang cocok dengan sikap Wakijo.
Kita lupakan jajak pendapat itu. “Apa sampeyan tadi mendengarkan pidato Sultan?” Mendapat pertanyaan itu, Wakijo balik bertanya, “Mas-nya ini siapa to, kok tanyanya ndrindhil… apa-apa ditanyakan?”
Setelah tahu profesi saya, Wakijo kembali bersemangat bercerita. “Ya mendengarkan to Mase. Saya kan juga ada di Alun-alun Lor… Saya gemeteran waktu mendengarkan pidato pendek dari Ngarsa Dalem tadi…”
Kok gemeteran kenapa? “Lha ya itu tadi, kalau Ngarsa Dalem ke Jakarta, siapa yang melindungi saya?”
Kan masih banyak pemimpin yang lain to Kang?
“Halah Mas.. kayak ndhak tahu saja penjenengan ini. Memang banyak pemimpin, tetapi pemimpin yang mengayomi yang sangat sedikit. Kalau yang ngeyem-yemi (suka memberi janji) banyak, tetapi yang melindungi, ngayomi, menenteramkan itu yang sedikit,” kata Wakijo.
Tampaknya Wakijo ini penggemar dalang sepuh Ki Timbul Hadiprayitno dari Bantul. Saat menggelar acara ruwat bumi dan dihadiri Gus Dur di Alun-alun Selatan Yogyakarta beberapa tahun lalu, Ki Timbul sempat mengupas tipe pemimpin masa kini, masa lalu, dan masa depan. Salah satu poin yang saya catat, bahwa pemimpin sekarang lebih banyak yang ngeyem-yemi, tetapi sedikit yang mengayomi. Atau barangkali hal itu sudah menjadi idiom umum.
Tak terasa, perjalanan kami sudah sampai di kantor Kompas Biro Yogyakarta. Saya dan Wakijo berpisah. Tetapi sebelum pergi Wakijo sempat melontarkan pertanyaan untuk saya, “Kapan Mase ke Yogyakarta lagi, saya siap antar kemana pun.” Saya hanya tersenyum, “Ya kapan-kapan Kang!”
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Posted by: irfan on: October 27, 2008
Memilih framework emang bingung, ga mungkin juga kalo pelajari semua framewok soalnya kepala cuma stu, tangan cuma 2, mampus dah kalo harus perlajari banyak framework. Sempat belajar CakePHP, tapi dah males juga
. Setelah ketak-ketik kata kunci framework + php dan tanya temen, akhirnya nemu satu lagi framework ni namanya Code Igniter (http://codeigniter.com/) . Empunya bilang gini :
Yo wes, tak sinau sek lah .Minggu kemaren, liburan , nonton kartun sama belajar ni framework, asik juga ternyata ni framework. Yo wes, kayane madep mantep aku coba ni framewok, sinau neh aaahhhh …..
Posted by: irfan on: October 27, 2008
Sering kita membuat direktori yang digunakan untuk mengupload dan mendownload file,
misal www.namadomain.com/download/. Hal seperti ini cukup riskan dan harus hati-hati,
sebab jika tidak kita dapat mengeksekusi skrip yang tidak diinginkan.
Pengunjung juga dapat mengupload virus, skrip, trojan, bahkan
gambar JPEG/PNG pun dapat berbahaya jika memanfaatkan exploit librari JPEG/PNG (jika ada).
Beberapa cara untuk mengamankan direktori upload sebagai berikut :
1. Batasi file yang dapat diupload yaitu jenis file, ukuran, nama file dengan melakukan pengecekan di skrip untuk mengupload.
2. Buat file .htaccess di direktori upload :
<Files *>
Sethandler default-handler
ForceType application/octet-stream
</Files>
Fungsi .htaccess di atas untuk mencegah agar jika ada skrip PHP/CGI tidak tereksekusi tapi hanya ditampilkan source code-nya saja. Catatan: jangan izinkan file yang diawali dengan karakter titik (.).
3. Buat file index.html direktori dan file listing tidak terlihat didirektori tersebut.
Posted by: irfan on: June 9, 2008
Tahu ga kalo Bung Karno sewaktu kecil bernama “Kusno”. Waktu kecil beliau sering sakit-sakitan.Menurut Ayah beliau (Raden Sukemi) seorang priyayi Jawa dan menjalankan Theosofi itu penyakit yang sering diderita Bung Karno waktu kecil disebabkan karna namanya tidak cocok. Untuk itu dicarilah nama lain yang mempunyai arti positif. Sebab bagi sebagian orang nama tidak hanya sekedar sebutan tetapi didalamnya terkandung makna dan harapan.
Dulu orang Jawa hapal di luar kepala(*sekitar rambut) dengan cerita pewayangan. Di cerita wayang (*dari Ki Manteb Oye) ada tokoh yang bernama Basu Karno kemudian terkenal dengan nama Adipati Karno yang merupakan anak dari Dewi Kunti. Adipati Karno ni punya sebutan ato nama banyak banget :
1. Adipati Ngawonggo
2. Suryoputra
3. Basu Karno
4. Adipati Karno
Adipati Karno nih seorang yang berjiwa ksatria dan berpegang teguh pada prinsip. Dari tokoh tersebut maka Raden Sukemi mengganti nama anaknya dari Kusno menjadi Soekarno, dengan harapan anaknya memiliki jiwa ksatria, disiplin kuat, PD, tidak mudah takut dan putus asa seperti Adipati Karno. Coba dulu kalo nama Bung Karno belum diganti, jadi Bung Kusno deh
.
Bung Kusno dalam boso Jawa artine “bungkuslah”. Apa aja kalo dibungkus tidak akan berkembang sedang Bung Karno dalam boso Jawa artine “bongkarlah”. Dia selau membongkar penjajahan di bumi Indonesia. “Kita ini masih keturunan Gajah Mada yang besar dari Majapahit, masih keturunan ken Arok raja diraja Singasari” !!! kata Bung karno.
Waktu kecil dia dididik oleh ayahnya yang disiplin dan ibunya yang penyayang. Pernah suatu hari Bung Karno nih mancing padahal waktu itu beliau diberi tugas untuk menjemur padi eeee ga taunya malah mancing di sungai. Waktu pulang dari mancing udah kesorean, akhirnya dia dihukum oleh ayahnya. Berdasar analisa
ada 2 kesalahan Bung Karno yang bikin ayahnya marah :
1. dia melalaikan tugas, harusnya jemur padi malah mancing
2. pulangnya kesorean
Ikan hasil pancingan dibuang oleh ayahnya kemudian Bung Karno dicambuk pake rotan. Habis dicambuk dia nangis kemudian lari ke ibunya. Ama ibunya yang penyayang dia didekap dan dinasehati. Kombinasi yang komplit bukan. Ayah disiplin, ibu penyayang. Besok kalo aku punya anak, anakku gue cambuk juga biar kalo gede jadi kaya Bung Karno eee jgn deng bisa di tuntut ama Komnas HAM yang suka cari perkara tuh
) .
Komnas HAM = Hak Asasi Mahasiswa, Mahasiswa bikin rusuh dibela, aparat tegas dituntut. Ups !
Posted by: irfan on: May 17, 2008
TinyMCE merupakan WYSIWYG editor berbasis javascript http://tinymce.moxiecode.com.
Unpack TINY MCE hasil download Anda dan copy folder tinymce/jscripts/tiny_mce
ke folder instalasi CakePHP Anda di /webroot/js . Untuk menggunakan TINY MCE tambahkan javascript helper ke $helper array di controller.
” var $helpers = array(’Html’,'Ajax’,'Javascript’); “
Dan disetiap page yang akan diberi TinY MCE editor tambahkan kode javascript berikut :
<script type=”text/javascript”>
tinyMCE.init({
theme : “advanced”,
mode : “textareas”,
convert_urls : false
});
</script>
Hasilnya sebagai berikut :
Posted by: irfan on: May 14, 2008
CakePHP ??? Makan apa itu … ![]()
Ini bukan jenis makanan meskipun namanya Cake. CakePHP merupakan sebuah free open source rapid development framework
untuk membuat apliaksi CRUD (Create, Read, Update, Delete )berbasis PHP. Kelebihan dari CakePHP ini dapat berjalan di PHP4 dan PHP5, MVC (Model View Controller) Architecture, mendukung AJAX dan web service juga. Database yg didukung antara lain MySQL, MsSQL, Oracle, Sqlite, PostgreSQL.
MVC ??? MVC aMVC adalah sebuah pendekatan perangkat lunak yang memisahkan aplikasi logika dari presentasi, biar ga kayak spageti alias spagetti code
Untuk dapetin CakePHP silahkan download di http://cakeforge.org/projects/cakephp/ .
Download yang versi stabil jangan yang masih beta ya.
Disini saya coba versi cake_1.1.19.6305.
Untuk instalasi hasil download diunpack dan baca petunjuk installnya di docs/INSTALL.txt ![]()
Hasil instalasi seperti ini :
Posted by: irfan on: January 28, 2008
Lagu Happy Birthday menggema di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Semua yang hadir bernyanyi bersama sambil bertepuk tangan. Semua larut dalam kegembiraan. Suasana meriah itu adalah Mangayubagya Tingalan Dalem ke-60 Sri Sultan Hamengku Buwana X. Sebuah tradisi keraton dalam mensyukuri hari kelahiran Ngarsa Dalem.
Selamat ulang tahun buat Sri Sultan, semoga panjang umur dan diberkati Allah SWT. Bravo Jogja, Jogja tetap istimewa. Aku harap jangan ada pilkada di Jogja dan Sri Sultan tetap sebagai gubernur. Pilkada = pemborosan dan rusuh
Posted by: irfan on: August 2, 2007
1). System Requirements
Pastikan di komputer Anda sudah terinstall squashfs-tools, mkisofs, apache2 dan space hardisk 3-5 GB
2). Server repository Lokal
Jika komputer Anda terkoneksi ke internet dan ingin menggunakan repository milik Ubuntu Anda dapat mengabaikan langkah ini.
a. Pindahkan isi DVD repository yang terdiri dari 4 dvd ke hardisk. Disini saya memakai /media/sda1 sebagai tempat repository.
- isi DVD ke-1 disimpan dalam direktori /media/sda1/repo1
- isi DVD ke-1 disimpan dalam direktori /media/sda1/repo2
- isi DVD ke-1 disimpan dalam direktori /media/sda1/repo3
- isi DVD ke-1 disimpan dalam direktori /media/sda1/repo4
b. Edit file /etc/apache2/sites-available/default sebagai berikut :
NameVirtualHost *
<VirtualHost *>
ServerAdmin webmaster@localhost
DocumentRoot /media/sda1/
<Directory />
Options FollowSymLinks
AllowOverride None
</Directory>
<Directory /media/sda1/>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride None
Order allow,deny
allow from all
# This directive allows us to have apache2’s default start page
# in /apache2-default/, but still have / go to the right place
#RedirectMatch ^/$ /apache2-default/
</Directory>
ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin/
<Directory “/usr/lib/cgi-bin”>
AllowOverride None
Options ExecCGI -MultiViews +SymLinksIfOwnerMatch
Order allow,deny
Allow from all
</Directory>
ErrorLog /var/log/apache2/error.log
# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit,
# alert, emerg.
LogLevel warn
CustomLog /var/log/apache2/access.log combined
ServerSignature On
Alias /doc/ “/usr/share/doc/”
<Directory “/usr/share/doc/”>
Options Indexes MultiViews FollowSymLinks
AllowOverride None
Order deny,allow
Deny from all
Allow from 127.0.0.0/255.0.0.0 ::1/128
</Directory>
</VirtualHost>
c. Edit file /etc/apt/source.list sebagai berikut :
deb http://irfan-desktop/repo1 feisty main restricted
deb http://irfan-desktop/repo2 feisty universe
deb http://irfan-desktop/repo3 feisty universe
deb http://irfan-desktop/repo4 feisty universe multiverse
d. Update apt-get :
root@irfan-desktop:/home/irfan# apt-get update
3). Extract isi CD danDesktop System
root@irfan-desktop:/home/irfan#mount -o loop /media/sda6/from_slack/ubuntu7/ubuntu-7.04-desktop-i386.iso /mnt/ubuntu-mount/
root@irfan-desktop:/home/irfan# mkdir /ubuntu-extract
root@irfan-desktop:/home/irfan# rsync –exclude=/casper/filesystem.squashfs -a /mnt/ubuntu-mount/ /ubuntu-extract/
root@irfan-desktop:/home/irfan# mount -t squashfs -o loop /mnt/ubuntu-mount/casper/filesystem.squashfs /mnt/squashfs/
root@irfan-desktop:/home/irfan# cp -a /mnt/squashfs/* /ubuntu-edit/
4). Masuk ke lingkunganchroot di /ubuntu-edit
root@irfan-desktop:/home/irfan# mount -t proc none /ubuntu-edit/proc/
root@irfan-desktop:/home/irfan# mount -t sysfs none /ubuntu-edit/sys/
root@irfan-desktop:/home/irfan# chroot /ubuntu-edit/ /bin/bash/
Setelah Anda menjalankan perintah di atas maka Anda sudah berada di lingkungan chroot.
5). Seting repository milik chroot /ubuntu-edit agar dapat mengakses server repository lokal dengan mong-copy /etc/hosts dan /etc/apt/source.list ke lingkungan /ubuntu-edit
root@irfan-desktop:/home/irfan# cp /etc/hosts /ubuntu-edit/etc/
root@irfan-desktop:/home/irfan# cp /etc/apt/source.list /ubuntu-edit/etc/apt/
Perintah di atas dijalankan diluar lingkungan chroot /ubuntu-edit menggunakan system host. Setelah Anda meng-copy file host dan source.list, silahkan update apt-get di lingkuna chroot /ubuntu-edit
root@irfan-desktop:/home/irfan# apt-get update
6). Hapus dan Tambah paket
Setelah masuk ke chroot /ubuntu-edit Anda dapat menginstall dan menghapus paket. Berikut contohnya :
root@irfan-desktop:/home/irfan#apt-get remove –purge ubuntu-docs //hapus paket
root@irfan-desktop:/home/irfan#apt-get install eclipse //install paket
7). Mengganti background
File background terletak di /usr/share/backgrounds/ dan konfigurasinya terletak di /var/lib/gconf/debian.defaults/%gconf-tree.xml. Contoh berikut background diganti dengan wallpaper-forti.jpg :
File debian.defaults/%gconf-tree.xml :
<entry name=”picture_filename” mtime=”1185098259″ type=”string”>
<stringvalue>/usr/share/backgrounds/wallpapper-forti.jpg</stringvalue>
</entry>
8). Membuat user dan password untuk live-cd
Edit file casper yang berada di /ubuntu-edit/usr/share/initramfs-tools/scripts/casper untuk membuat user live-cd. Contoh edit file casper :
mountpoint=/cdrom
USERNAME=Forti
USERFULLNAME=”Live session user”
HOST=Forti-live
BUILD_SYSTEM=Custom
mkdir -p $mountpoint
Edit file 10adduser yang beraada di /ubuntu-edit/usr/share/initramfs-tools/scripts/casper-bottom/10adduser untuk seting password user live-cd. Contoh edit file 10adduser, disini password saya kosongkan :
# U6aMy0wojraho = password kosong
chroot /root debconf-communicate -fnoninteractive casper > /dev/null <<EOF
set passwd/root-password-crypted *
set passwd/user-password-crypted U6aMy0wojraho
set passwd/user-fullname $USERFULLNAME
set passwd/username $USERNAME
set passwd/user-uid 999
EOF
Pastikan bahwa tidak ada user dengan UID >= 1000
root@irfan-desktop:/# grep ‘^[^:]*:[^:]*:[1-9][0-9][0-9][0-9]:’ /etc/passwd
root@irfan-desktop:/# grep ‘^[^:]*:[^:]*:[12][0-9][0-9][0-9][0-9]:’ /etc/passwd
Apbila ada user dengan UID >= 1000 maka ganti dengan usermod -u 500 $hit
9). PEMBERSIHAN
Bersihkan temporary file dan download file .
root@irfan-desktop:/# apt-get clean
root@irfan-desktop:/# rm -rf /tmp/*
10). REBUILD INITRD
Setelah melakukan modifikasi kernel, initscript dan kernel modul selanjutnya rebuild file initrd.gz dan memasukkannya ke direktory casper.
a. Buat file initrd.gz
root@irfan-desktop:/# mkinitramfs -o /initrd.gz 2.6.20-15-generic
b. Pindahkan file initrd.gz ke /ubuntu-extract/casper/
root@irfan-desktop:/home/irfan# mv /ubuntu-edit/initrd.gz /ubuntu-extract/casper/
11). KELUAR CHROOT
root@irfan-desktop:/# umount /proc/
root@irfan-desktop:/# umount /sys/
root@irfan-desktop:/# exit
12). KONFIGURASI DAN PEMBUATAN FILE ISO CD
a. Regenerate manifest
root@irfan-desktop:/home/irfan# chmod +w /ubuntu-extract/casper/filesystem.manifest
root@irfan-desktop:/home/irfan#chroot /ubuntu-edit/ dpkg-query -W –showformat=’${Package} ${Version}\n’ > /ubuntu-extract/casper/filesystem.manifest
root@irfan-desktop:/home/irfan# cp /ubuntu-extract/casper/filesystem.manifest /ubuntu-extract/casper/filesystem.manifest-desktop
root@irfan-desktop:/home/irfan# sed -ie ‘/ubiquity/d’ /ubuntu-extract/casper/filesystem.manifest-desktop
b. Compress file system
root@irfan-desktop:/home/irfan# mksquashfs /ubuntu-edit/ /ubuntu-extract/casper/filesystem.squashfs
c. Hapus dan ganti file md5sum.txt
root@irfan-desktop:/home/irfan# rm /ubuntu-extract/md5sum.txt
root@irfan-desktop:/home/irfan# (cd /ubuntu-extract/ && find . -type f -print0 | xargs -0 md5sum > md5sum.txt)
d. Buat file iso Forti
root@irfan-desktop:/home/irfan# cd /ubuntu-extract/
root@irfan-desktop:/ubuntu-extract# mkisofs -r -V “$IMAGE_NAME” -cache-inodes -J -l -b isolinux/isolinux.bin -c isolinux/boot.cat -no-emul-boot -boot-load-size 4 -boot-info-table -o ../Forti.iso .
Jika Anda tidak ingin repot dengan cara di atas Anda dapat menggunakan tool remaster yaitu Reconstructor http://reconstructor.aperantis.com/ . Anda dapat menggunakan repository lokal melalui Reconstructor dengan cara meng-copy file /etc/hosts dan /etc/apt/source.list ke area kerja root milik Reconstructor
Posted by: irfan on: July 30, 2007
Slackware 12 telah dirilis pada tanggal 2 Juli 2007 , hadir dengan kernel 2.6(.21.5), KDE 3.5.7, dan XFce 4.4.1. Anda bisa mendapatkannya dgn download di website resmi Slackware, atau beli di Mas Rizal http://risal.wordpress.com/toko-linux-online/ (tak promosikan ki Mas
).Sampai versi 12 ini slackware tetap hadir dengan ciri khasnya yang simple, stabil dan benar-benar UNIX (menurut saya
) dari beberapa distro Linux yang pernah saya coba. Instalasinya juga masih sama seperti versi sebelumya yang berbasis text mode.
Sejak saya menginstal pertama menggunakan Slackware versi 9, 10, 11 dan sekarang 12 pasti slackware selalu bikin saya gemes karena 2 hal:
1. Tidak mau langsung shutdown (power masih menyala)
2. Scroll mouse tidak jalan
Untuk mengatasi Slackware yang tidak mau shutdown kita dapat melakukat edit di file /etc/rc.d/rc.modules dengan menghilangkan tanda komentar(#) pada /sbin/modprobe apm. Cari baris tentang APM dan sesuaikan seperti berikut
#### APM support ###
# APM is a BIOS specification for saving power using several different
# techniques. This is mostly useful for battery powered laptops.
# Note that kernels newer than 2.6 will use ACPI (Advanced Configuration
# and Power Interface) rather than APM, and do not have an APM module.
# If a kernel supports ACPI it will always be built in, not a module.
#if echo $SHORTREL | grep -qw 2.4 ; then
/sbin/modprobe apm
#fi
Kemudian untuk mengatasi scroll mouse yang tidak jalan, edit file /etc/X11/xorg.conf cari baris tentang mouse dan sesuaikan seperti berikut :
# **********************************************************************
# Core Pointer’s InputDevice section
# **********************************************************************
Section “InputDevice”
# Identifier and driver
Identifier “Mouse1″
Driver “mouse”
# On platforms where PnP mouse detection is supported the following
# protocol setting can be used when using a newer PnP mouse:
# Option “Protocol” “Auto”
# The available mouse protocols types that you can set below are:
# Auto BusMouse GlidePoint GlidePointPS/2 IntelliMouse IMPS/2
# Logitech Microsoft MMHitTab MMSeries Mouseman MouseManPlusPS/2
# MouseSystems NetMousePS/2 NetScrollPS/2 OSMouse PS/2 SysMouse
# ThinkingMouse ThinkingMousePS/2 Xqueue
#Option “Protocol” “PS/2″
Option “Protocol” “IMPS/2″
Option “Buttons” “5″
# The mouse device. The device is normally set to /dev/mouse,
# which is usually a symbolic link to the real device.
Option “Device” “/dev/mouse”
O ya di komputer saya sebelumnya sudah terinstall Ubuntu 7.04. Agar kita dapat melakukan boot juga ke Ubuntu kita dapat melakukan tips seperti berikut ini :
1. Mounting Ubuntu, di komputer saya Ubuntu berada di hda6 :
root@darkstar:/home/irfan# mkdir /mnt/ubuntu
root@darkstar:/home/irfan# mount /dev/hda6 /mnt/ubuntu/
2. Copy vmlinuz-2.6.20-15-generic dan initrd.img-2.6.20-15-generic milik Ubuntu 7.04 yang berada di /mnt/ubuntu/boot ke direktory /boot milik Slackware 12
root@darkstar:/home/irfan# cp /mnt/ubuntu/boot/vmlinuz-2.6.20-15-generic /boot/
root@darkstar:/home/irfan# cp /mnt/ubuntu/boot/initrd.img-2.6.20-15-generic /boot/
3. Konfigurasi lilo dengan mengedit file lilo.conf yang berada di /etc/lilo.conf. Tambahkan baris berikut ini :
image = /boot/vmlinuz-2.6.20-15-generic
initrd = /boot/initrd.img-2.6.20-15-generic
root = /dev/hda6
label = Ubuntu_7.04
read-only
Aktifkan konfigurasi lilo :
root@darkstar:/home/irfan# lilo
Warning: LBA32 addressing assumed
Added Windows *
Added Slackware_12
Added Ubuntu_7.04
One warning was issued.
4. Selesaaaiiii, silahkan restart komputer untuk mencobanya.
Sekarang udah ada 2 distro kesukaan aku Slackware 12 dan Ubuntu 7.04. Mari ber-Slackware dan Ubuntu ria….
Posted by: irfan on: July 26, 2007
Perintah Dasar UNIX
Ver 0.1
Tedy Tirtawidjaja
15 Juli 2007
Tulisan ini berisi beberapa perintah dasar dalam lingkungan Unix (berlaku pula untuk Linux). Beberapa perintah dasar dalam lingkungan Unix dapat digunakan pula dalam sistem operasi Linux. Perintah yang dibahas berikut ini adalah semua perintah yang dapat digunakan dalam terminal/konsol. Memang distribusi Linux saat ini sudah dilengkapi dengan banyak fitur GUI (graphical user interface), tapi sangat disarankan pengguna sistem operasi berbasis Unix memahami juga perintah-perintah berbasis teks. Semua perintah dalam lingkungan Unix sifatnya case-sensitive (memperhatikan besar kecilnya huruf). Jadi, perintah ls tidak akan berfungsi jika kita salah mengetikkannya menjadi LS. Ini berbeda dengan lingkungan Windows, di lingkungan Windows perintah dalam konsol tidak memperhatikan besar kecilnya penulisan hurufnya. Beberapa perintah dasar yang penting diketahui adalah sebagai berikut :
1. pwd : perintah ini digunakan untuk mengetahui di direktori mana kita sedang berada. Lihat contoh berikut ini :
# pwd
/usr/local
Pada contoh di atas, perintah pwd menampilkan hasil /usr/local, artinya saat ini user sedang berada dalam direktori /usr/local.
2. cd : perintah ini artinya “change directory”; digunakan untuk berganti direktori. Perhatikan contoh berikut ini untuk mengetahui bagaimana menggunakan perintah cd :
# pwd
/home/tedy
# cd /usr/local
# pwd
/usr/local
* Tulisan ini masih terus diperbaiki.
Pada contoh di atas, mula-mula kita berada di direktori /home/tedy. Perintah cd /usr/local, membuat kita berpindah ke direktori /usr/local. Perintah cd .. dapat kita gunakan untuk berpindah 1 direktori di atas direktori dimana kita berada. Lihat contoh berikut ini :
# pwd
/usr/local
# cd ..
# pwd
/usr
Pada contoh di atas mula-mula kita berada dalam direktori /usr/local, dengan menggunakan perintah cd .. kita berpindah ke direktori /usr.
3. ls : perintah ini digunakan untuk mengetahui isi dari sebuah direktori. Perintah ini sama dengan perintah dir dalam lingkungan DOS. Lihat contoh berikut ini :
# pwd
/home/tedy/tes
# ls
BAB III edit.doc* blog.txt
Pada contoh di atas, direktori yang sedang aktif adalah /home/tedy/tes. Saat kita menjalankan perintah ls, sistem akan menampilkan isi dari direktori yang sedang aktif tersebut. Untuk melihat isi dari direktori lain (tanpa harus berada pada direktori tersebut), kita harus menuliskan nama direktori yang akan dilihat. Lihat contoh berikut :
# pwd
/home/tedy/tes
# ls
BAB III edit.doc* data/ latihan.txt
# ls /home/tedy/Project/
BAB III edit.doc* DATA/ skripsi-times.pdf*
BAB IV edit.doc* skripsi-arial.pdf*
Pada contoh di atas, direktori yang sedang aktif adalah /home/tedy/tes. Walau demikian, kita masih tetap bisa melihat isi dari direktori /home/tedy/Project tanpa harus pindah ke dalam direktori itu terlebih dulu. Beberapa opsi yang dapat ditambahkan pada perintah ls antara lain adalah :
(a) -l : opsi -l digunakan untuk menampilkan semua file dalam bentuk daftar, seperti pada contoh berikut ini :
# ls -l
total 64
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
-rw-r–r– 1 tedy tedy 2806 Jun 24 17:57 blog.txt
(b) -a : opsi -a digunakan untuk menampilkan semua file yang ada termasuk file-file yang tersembunyi (hidden files). Lihat contoh berikut ini :
# ls -al
total 72
drwxr-xr-x 2 tedy tedy 4096 Jun 24 17:57 ./
drwxr-xr-x 43 tedy tedy 4096 Jun 24 17:56 ../
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
-rw-r–r– 1 tedy tedy 2806 Jun 24 17:57 blog.txt
(c) -h : opsi ini artinya “human-readable”; maksudnya adalah sistem akan menampilkan besar ukuran file dalam format yang mudah dibaca. Format yang mudah dibaca maksudnya seperti 29K, 3M, 1G. (d) -r : opsi ini membalik urutan daftar (tergantung dari aturan pengurutan). Misalnya daftar diurutkan menurut abjad (a-z) maka dengan tambahan opsi ini urutannya akan dibalik (menjadi z-a).
(e) -R : opsi ini artinya “recursive”; dengan menggunakan opsi ini kita bisa melihat isi dari direktori dan juga isi dari subdirektori yang ada di dalamnya. Lihat contoh berikut ini :
# pwd
/home/tedy/tes
# ls -R
.:
BAB III edit.doc* data/ latihan.txt
./data:
BAB III edit.doc*
Pada contoh di atas, direktori /home/tedy/tes memiliki subdirektori data. Dengan menggunakan perintah ls -R, sistem akan menampilkan isi dari direktori /home/tedy/tes serta subdirektori data sekaligus.
(f) -s : opsi ini menampilkan ukuran file dalam satuan byte.
(g) -S : opsi ini mengurutkan file menurut dari yang terbesar sampai yang terkecil ukuran filenya.
(h) -t : opsi ini mengurutkan file menurut waktu modifikasinya.
Opsi-opsi di atas dapat digunakan bersamaan (lebih dari 1 opsi sekaligus).
4. cp : perintah ini digunakan untuk membuat salinan dari sebuah file. Format perintah untuk menyalin sebuah file adalah seperti berikut ini :
# cp /home/tedy/contoh.txt /home/tedy/tes/
Pada contoh di atas file contoh.txt yang ada dalam direktori /home/tedy disalin ke dalam direktori /home/tedy/tes. Kita juga dapat membuat salinan dari file yang sama dengan nama yang berbeda, seperti contoh berikut :
# cp /home/tedy/contoh.txt /home/tedy/tes/latihan.txt
Perintah pada contoh di atas akan menyalin file contoh.txt ke dalam direktori /home/tedy/tes tapi dengan nama baru yaitu latihan.txt. Untuk menyalin sebuah direktori, perintah yang digunakan adalah cp -ir. Lihat contoh berikut ini :
# ls -l
total 12
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:13 folder_1/
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:14 folder_2/
drwxr-xr-x 3 root root 4096 Jun 29 15:38 folder_baru/
# cp -ir folder_1 folder_baru
# cd folder_baru
# ls -l
total 4
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:38 folder_1/
5. mv : perintah ini sama digunakan untuk memindahkan suatu file dari suatu direktori ke direktori lainnya. Perintah ini juga bisa dipakai untuk mengganti nama sebuah file.
# mv /home/tedy/contoh.txt /home/tedy/tes
Pada contoh di atas, file contoh.txt dipindahkan dari direktori /home/tedy ke direktori /home/tedy/tes. Sama seperti pada perintah cp, kita juga bisa mengubah nama file setelah dipindahkan. Lihat contoh berikut ini :
# mv /home/tedy/contoh.txt /home/tedy/tes/latihan.txt
Dengan perintah di atas, file contoh.txt dipindahkan ke dalam direktori /home/tedy/tes sekaligus diganti namanya menjadi latihan.txt. Melihat sifat perintah mv ini, kita dapat menggunakannya untuk mengganti nama file (rename). Misalnya kita hanya ingin mengganti nama file contoh.txt menjadi latihan.txt (tanpa memindahkannya), maka perintahnya seperti berikut ini :
# mv /home/tedy/contoh.txt /home/tedy/latihan.txt
6. rm : perintah ini digunakan untuk menghapus file. Lihat contoh berikut ini :
# pwd
/home/tedy/tes
# ls -l
total 68
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
-rw-r–r– 1 tedy tedy 2806 Jun 24 17:57 blog.txt
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
# rm blog.txt
rm: remove regular file ‘blog.txt’? yes
# ls -l
total 64
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
Beberapa opsi yang dapat ditambahkan pada perintah rm ini antara lain adalah :
(a) -f : opsi ini artinya “force”; dengan menggunakan opsi ini sistem akan langsung menghapus file tanpa menampilkan konfirmasi terlebih dulu (seperti pada contoh sebelumnya).
(b) -i : opsi ini artinya “interaktif ”; dengan menggunakan opsi ini sistem akan menampilkan konfirmasi terlebih dulu sebelum menghapus file. Secara default, perintah rm menggunakan opsi ini.
(c) -rf : opsi ini dapat dipakai untuk menghapus sebuah direktori yang memiliki isi, kita dapat menggunakan perintah rm -rf. Lihat contoh berikut ini :
# ls -l
total 68
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
drwxr-xr-x 2 tedy tedy 4096 Jun 24 19:30 data/
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
# rm -rf data
# ls -l
total 64
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
Pada contoh di atas, di dalam direktori /home/tedy/tes ada sebuah direktori dengan nama data. Direktori /data tidak kosong. Untuk menghapus direktori tersebut, kita harus menggunakan perintah rm -rf.
7. mkdir : perintah ini digunakan untuk membuat direktori (folder) baru. Lihat contoh berikut ini :
# pwd
/home/tedy/tes
# ls -l
total 8
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:13 folder_1/
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:14 folder_2/
# mkdir folder_baru
# ls -l
total 12
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:13 folder_1/
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:14 folder_2/
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 29 15:14 folder_baru/
Pada contoh di atas, di dalamdirektori /home/tedy/tes mula-mula ada 2 direktori (folder 1 dan folder 2). Sebuah direktori baru dengan nama folder baru dibuat dengan menggunakan perintah mkdir.
8. tar : perintah ini digunakan untuk menggabungkan beberapa file menjadi sebuah file tunggal. Selain itu perintah ini digunakan juga untuk memecah file tar yang ada menjadi file-file aslinya. Format perintah untuk membuat sebuah file dari beberapa file seperti berikut ini :
# tar -cvf <hasil.tar> <file1> <file2>
Perhatikan contoh berikut ini :
# ls -l
total 68
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III.doc*
drwxr-xr-x 2 tedy tedy 4096 Jun 24 19:33 data/
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
# tar -cvf sample.tar latihan.txt BAB\ III.doc
latihan.txt
BAB III.doc
# ls -l
total 132
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III.doc*
drwxr-xr-x 2 tedy tedy 4096 Jun 24 19:33 data/
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
-rw-r–r– 1 tedy tedy 61440 Jun 27 17:21 sample.tar
Pada contoh di atas, dua buah file; latihan.txt dan BAB III.doc; digabungkan menjadi sebuah file tunggal dengan nama sample.tar. Perintah untuk membuka sebuah file *.tar adalah sebagai berikut :
# tar -xvf file.tar
Dengan menggunakan perintah di atas, semua isi file.tar akan diekstrak dan disimpan dalam sebuah folder baru dengan nama file. Lihat contoh berikut ini :
# ls -l
total 64
-rw-r–r– 1 tedy tedy 61440 Jun 27 17:21 sample.tar
# tar -xvf sample.tar
latihan.txt
BAB III edit.doc
# ls -l
total 128
-rwxr-xr-x 1 tedy tedy 53760 Jun 24 17:57 BAB III edit.doc*
-rw-r–r– 1 tedy tedy 127 Jun 24 18:02 latihan.txt
-rw-r–r– 1 tedy tedy 61440 Jun 27 17:21 sample.tar
9. gzip : perintah ini digunakan untuk mengkompresi sebuah file sehingga memiliki ukuran lebih kecil. Perintah ini juga dipakai untuk mendekompresi sebuah file yang sudah dikompres sebelumnya. Untuk mengkompres sebuah file perintah yang digunakan adalah seperti ini :
# gzip <nama_file>
Lihat contoh berikut ini :
# ls -l
total 64
-rw-r–r– 1 tedy tedy 61440 Jun 27 17:21 sample.tar
# gzip sample.tar
# ls -l
total 16
-rw-r–r– 1 tedy tedy 12878 Jun 27 17:21 sample.tar.gz
Pada contoh di atas sebuah file bernama sample.tar dikompres dengan menggunakan perintah gzip. Hasil dari kompresinya dinamai sample.tar.gz. Perhatikan bahwa ukuran file hasil kompresi menjadi jauh lebih kecil daripada ketika belum dikompres (dari 61440 byte menjadi 12878 byte). Untuk mengembalikan file yang sudah terkompres ke dalam bentuk semula, perintahnya adalah seperti berikut :
# gzip -d <nama_file>
Lihat contoh berikut ini :
# ls -l
total 16
-rw-r–r– 1 tedy tedy 12878 Jun 27 17:21 sample.tar.gz
# gzip -d sample.tar.gz
# ls -l
total 64
-rw-r–r– 1 tedy tedy 61440 Jun 27 17:21 sample.tar
Contoh di atas memperlihatkan bagaimana mengembalikan file yang sudah dikompres menjadi file aslinya. Ukuran hasil dekompresi pasti menjadi lebih besar daripada sebelumnya.
10. clear : perintah ini dipakai untuk menghapus semua tampilan yang ada pada layar terminal. Perintah ini serupa dengan perintah cls pada lingkungan Windows.
11. touch : perintah ini dipakai untuk membuat sebuah file kosong, seperti pada contoh berikut ini :
# touch contoh.txt
# ls -l
total 0
-rw-r–r– 1 tedy tedy 0 2007-06-26 09:11 contoh.txt
Pada contoh di atas, kita membuat file contoh.txt dengan perintah touch. Oleh karenanya, besar dari file yang terbentuk hanya 0 byte.
12. whatis : perintah ini digunakan untuk mengetahui apa fungsi dari suatu perintah. Perintah ini akan menghasilkan sebaris deskripsi singkat dari sebuah perintah. Lihat contoh berikut ini :
# whatis cp
cp (1) – copy files and directories
# whatis rm
rm (1) – remove files or directories
# whatis mkdir
mkdir (1) – make directories
mkdir (2) – create a directory
Tidak semua perintah dapat dijelaskan oleh perintah whatis.
13. man : perintah ini dipakai untuk membaca dokumentasi dari aplikasi atau perintah. Penggunaannya adalah dengan menuliskan nama aplikasi atau perintah yang ingin diketahui dokumentasinya. Dengan menggunakan perintah man kita bisa mempelajari sintaks dari perintah-perintah yang ada. Contoh tampilan yang muncul ketika menggunakan perintah man adalah seperti berikut :
LS(1) User Commands LS(1)
NAME
ls – list directory contents
SYNOPSIS
ls [OPTION]… [FILE]…
DESCRIPTION
List information about the FILEs (the current directory by default).
Sort entries alphabetically if none of -cftuSUX nor –sort.
Mandatory arguments to long options are mandatory for short options
too.
-a, –all
do not hide entries starting with .
-A, –almost-all
do not list implied . and ..
Contoh di atas hanya sepotong dari tampilan manual dari perintah ls. Inilah salah satu kelebihan sistem operasi Unix, tiap perintah memiliki manual/dokumentasi yang terbuka, terstruktur, dan memudahkan user untuk mengenali perintah yang dapat digunakan.
14. cat : perintah ini dipakai untuk menampilkan isi dari suatu file yang tersusun dari kode-kode ASCII. Misalnya kita memiliki file teks bernama latihan.txt yang ada di direktori /home/tedy/tes. Jika kita hanya ingin melihat isi dari file tersebut kita bisa melihatnya dengan menggunakan konsol, seperti ditunjukkan pada contoh berikut ini :
# ls
BAB III edit.doc* blog.txt latihan.txt
# cat latihan.txt
Ini adalah contoh \emph{file} teks. Kita dapat membuat \emph{file} teks dalam lingkungan Unix dengan menggunakan program yang bernama vi.
15. more : perintah ini dipakai untuk menampilkan isi dari sebuah file, tahap demi tahap sehingga mudah untuk dibaca. Lihat contoh berikut ini :
# more ntp.conf
# Permit time synchronization with our time source, but do not
# permit the source to query or modify the service on this system.
restrict default nomodify notrap noquery
# Permit all access over the loopback interface. This could
# be tightened as well, but to do so would effect some of
# the administrative functions.
restrict 127.0.0.1
# — CLIENT NETWORK ——-
# Permit systems on this network to synchronize with this
# time service. Do not permit those systems to modify the
# configuration of this service. Also, do not use those
–More–(22%)
Jika sebuah file teks yang ingin dilihat terlalu panjang isinya (melampaui ukuran terminal yang sedang digunakan), perintah more akan membuat sistem menampilkan isi teks separuh-separuh. Kita bisa menekan Enter untuk melihat baris berikutnya, atau menekan Space untuk melihat tampilan berikutnya.
16. grep : perintah ini dipakai untuk mencari suatu kata/string dalam sebuah file berbasis teks. Misalnya kita ingin mencari kata “Linux” dalam sebuah file teks dengan nama “tes.txt”, lihat contoh berikut ini :
# cat tes.txt
Ada banyak sistem operasi yang berbasiskan Unix di antaranya adalah :
1. Linux, memiliki banyak distro, seperti misalnya :
- Red Hat
- Fedore Core
- Suse
- Open Suse
- Ubuntu
- Debian
2. FreeBSD
3. Solaris
4. Open Solaris
# grep “Linux” tes.txt
1. Linux, memiliki banyak distro, seperti misalnya : Pada contoh di atas, dengan menggunakan perintah grep kita bisa dengan mudah menemukan baris yang mengandung kata “Linux”.
17. vi : perintah ini dipakai untuk menjalankan sebuah editor teks Vi. Aplikasi Vi adalah editor berbasis teks yang sangat popular di lingkungan Linux. Vi memiliki 2 mode operasi : mode editing teks dan mode kontrol. Ketika pertama kali kita masuk ke dalam Vi, kita otomatis masuk ke dalam mode kontrol. Untuk masuk ke dalam mode editing teks, tekan tombol i. Untuk pindah dari mode editing teks ke mode kontrol kita menggunakan tombol Esc. Bagi orang yang pertama kali menggunakan Vi, mungkin akan banyak mengalami kesulitan sebab semua dikontrol dengan menggunakan tombol keyboard. Berikut ini beberapa tombol yang digunakan dalam mode kontrol :
(a) i – tombol ini dipakai untuk masuk ke dalam mode editing teks. Lihat contoh tampilan ketika sedang berada pada mode editing :
tes menggunakan teks editor Vi
~
~
~
~
– INSERT –
Saat berada pada mode editing, di bagian bawah ditandai dengan tulisan INSERT.
(b) :w – kombinasi tombol ini dipakai untuk menyimpan file. Perintah ini dapat dilengkapi dengan tanda seru (!) – tanda seru dipakai untuk memaksa Vi menyimpan perubahan yang dilakukan pada file teks tersebut, walaupun file teks tersebut awalnya adalah read only file.
tes menggunakan teks editor Vi
~
~
~
~
:w tes.txt
Setelah mengetikkan perintah :w tes.txt tekan Enter, maka akan muncul tampilan seperti ini :
tes menggunakan teks editor Vi
~
~
~
~
“tes.txt” 1L, 31C written
Contoh berikut ini menunjukkan tampilan yang muncul ketika kita membuka sebuah read only file (file yang hanya bisa dibaca).
tes menggunakan teks editor Vi
~
~
~
~
“tes.txt” [readonly] 1L, 31C
Jika kita mencoba menambahkan teks ke dalam file di atas akan muncul peringatan seperti berikut ini :
– INSERT — W10: Warning: Changing a readonly file
Jika kita tetap menambahkan teks dan mencoba menjalankan perintah :w maka akan muncul peringatan berikut ini :
E45: ‘readonly’ option is set (add ! to override)
Oleh karena itu, kita perlu menggunakan perintah :w! jika tetap ingin menambahkan teks ke dalam file tersebut.
(c) :q – kombinasi ini dipakai untuk keluar dari Vi. Perintah ini juga dapat diikuti dengan tanda seru, artinya memerintahkan Vi untuk mengabaikan peringatan yang muncul. Misalnya saat kita belum menyimpan teks yang sudah diketik dan kita menggunakan perintah :q maka Vi akan memberitahu kita untuk menyimpan terlebih dahulu teks tersebut; seperti contoh berikut ini :
E37: No write since last change (add ! to override)
Tanpa tanda seru kita tidak bisa keluar dari Vi. Dengan menggunakan perintah :q! kita memaksa Vi untuk berhenti tanpa perlu menyimpan teks tersebut.
(d) :d – kombinasi tombol ini dipakai untuk menghapus semua karakter yang berada dalam satu baris. Pindahkan kursor terlebih dahulu ke dalam baris yang ingin dihapus lalu jalankan kombinasi tombol tersebut.
(e) x – tombol ini dipakai untuk menghapus karakter yang ada di sebelah kanan kursor.
(f) r – tombol ini dipakai untuk mengganti karakter yang ada di sebelah kanan kursor.
(g) a – tombol ini akan membuat kursor bergeser 1 karakter dan Vi sudah siap menerima teks lagi (sudah langsung masuk ke dalam mode editing). Saat kita menggunakan Vi untuk mengedit sebuah teks, kita sulit untuk mundur ke karakter sebelumnya dengan menggunakan tanda panah kiri. Jika kita ingin memindahkan kursor ke tempat tertentu, maka kita harus masuk dulu ke dalam mode kontrol.
18. uname : perintah ini digunakan untuk menampilkan informasi dari sistem yang sedang berjalan. Lihat contoh berikut ini :
# uname
Linux
Ada beberapa opsi yang dapat ditambahkan pada perintah ini adalah :
(a) -a : opsi ini akan menampilkan semua informasi tentang sistem operasi dan hardware yang digunakan. Lihat contoh berikut ini :
# uname -a
Linux localhost 2.6.8.1-12mdk #1 Fri Oct 1 12:53:41 CEST 2004 i686 Pentium III
(Coppermine) unknown GNU/Linux
(b) -s : opsi ini menampilkan nama kernel yang digunakan dalam sistem operasi. Lihat contoh berikut ini :
# uname -s
Linux
(c) -r : opsi ini akan menampilkan versi kernel yang digunakan. Lihat contoh berikut ini :
# uname -r
2.6.8.1-12mdk
(d) -o : opsi ini akan menampilkan nama sistem operasi yang digunakan. Lihat contoh berikut ini :
# uname -o
GNU/Linux
(e) -p : opsi ini akan menampilkan jenis prosesor yang digunakan. Lihat contoh berikut ini :
# uname -p
Pentium III (Coppermine)
19. ps : perintah ini digunakan untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan di dalam komputer kita. Lihat contoh berikut ini :
# ps -ef | more
UID PID PPID C STIME TTY TIME CMD
root 1 0 0 23:35 ? 00:00:00 init [5]
root 2 1 0 23:35 ? 00:00:00 [ksoftirqd/0]
root 3 1 0 23:35 ? 00:00:00 [events/0]
root 4 3 0 23:35 ? 00:00:00 [khelper]
root 5 3 0 23:35 ? 00:00:00 [kacpid]
root 21 3 0 23:35 ? 00:00:00 [kblockd/0]
root 22 1 0 23:35 ? 00:00:00 [khubd]
–More–
Untuk melihat proses-proses yang dijalankan oleh user tertentu kita dapat menggunakan opsi -U <user>. Lihat contoh berikut ini :
# ps -U tedy | more
PID TTY TIME CMD
3392 ? 00:00:01 gnome-session
3417 ? 00:00:00 ssh-agent
3444 ? 00:00:00 dbus-launch
3445 ? 00:00:00 dbus-daemon-1
3449 ? 00:00:04 gconfd-2
3452 ? 00:00:00 gnome-keyring-d
–More–
Pada contoh di atas, dengan menggunakan perintah ps -U kita bisa mengetahui proses yang sedang digunakan/dijalankan oleh user tedy.
20. su : perintah ini digunakan untuk mengubah hak akses menjadi root. Dalam sistem operasi Windows, root setara dengan Administrator. Hak akses root paling tinggi dalam tingkatan user. Root dapat memodifikasi file-file yang ada di dalam sistem. Sebenarnya perintah su tidak hanya digunakan untuk mengubah hak akses menjadi root, tetapi juga bisa untuk mengubah hak akses menjadi user tertentu. Misalnya di dalam sistem operasi ada 3 user : root, admin, guest. Untuk dapat mengakses file-file/konfigurasi dari user lain, kita dapat menggunakan perintah su – <user>.
21. chmod : perintah ini digunakan untuk mengubah hak akses user pada sebuah file. Ada 3 tipe hak akses dapat diterapkan pada sebuah file, yaitu :
• Read (r) : file hanya bisa dibaca.
• Write (w) : file dengan tipe ini bisa dibaca sekaligus bisa dimodifikasi.
• Execute (x) : file dengan tipe ini bisa dieksekusi/dijalankan.
Lihat contoh berikut ini :
# ls -l
total 300
-rw-rw-r– 1 tedy tedy 1996 Jul 2 17:00 blog0207.txt
-rw-rw-r– 1 tedy tedy 3193 Jul 7 17:18 blog.txt
-rw-rw-r– 1 tedy tedy 162 Jul 15 10:14 command.aux
-rw-rw-r– 1 tedy tedy 8690 Jul 15 10:14 command.log
-rw-rw-r– 1 tedy tedy 143680 Jul 15 10:14 command.pdf
-rwxrwxrwx 1 tedy tedy 38634 Jul 15 02:59 command.tex
-rwxr-xr-x 1 root root 53773 Jun 15 19:19 unix.jpg
Pada contoh di atas, tiap file memiliki aturan hak akses sendiri-sendiri bagi owner, group, dan other (ditandai misalnya dengan -rw-rw-r–). Masing-masing hak akses suatu file terbagi menjadi 3 bagian, tiap bagian tersusun dari 3 karakter dan dibatasi dengan tanda -. Perhatikan contoh berikut :
-rw-rw-r–
Pada contoh di atas, owner memiliki hak akses rw, group memiliki hak akses rw, dan other memiliki hak akses r. Untuk mengganti hak akses file, format perintahnya adalah seperti berikut ini :
# chmod ugo=rwx <nama_file>
Misalnya pada contoh di sebelumnya, sebuah file dengan nama blog.txt memiliki hak akses -rw-rw-r–. Artinya user selain pemilik file hanya bisa membaca dan tidak bisa memodifikasi file tersebut. Misalnya kita akan mengubah hak akses bagi user lainnya sehingga semua user dapat memodifikasi file tersebut, maka contoh perintahnya adalah :
# ls -l blog.txt
-rw-rw-r– 1 tedy tedy 3193 Jul 7 17:18 blog.txt
# chmod o=rw blog.txt
# ls -l blog.txt
-rw-rw-rw- 1 tedy tedy 3193 Jul 7 17:18 blog.txt
22. mount : perintah ini dipakai untuk memasang sebuah perangkat yang memiliki file system ke dalam sistem operasi. Misalnya, untuk melihat sebuah partisi lain dalam harddisk, untuk dapat menggunakan USB Flash Drive, untuk dapat menggunakan CD (ingat bahwa sebuah CD/image CD pun mempunyai sebuah file system), dst. Semua perangkat yang ada di dalam sistem operasi Unix dianggap sebagai sebuah file/directory. Format penggunaan dari perintah ini adalah seperti berikut ini :
# mount -t <type> /dev/<perangkat> /mnt/<mount point>
Mula-mula kita perlu mengetahui dimana perangkat/file system yang akan digunakan itu berada. Kemudian kita perlu mendefinisikan dimana letak mount point untuk meletakkan perangkat/file system yang akan digunakan. Misalnya kita ingin menggunakan sebuah USB flash disk, maka contoh perintahnya adalah sebagai berikut :
# cd /media
# mkdir usbflashdisk
# mount /dev/sda1 /media/usbflashdisk/
# cd /media/usbflashdisk/
# ls
total 51954
-rwxr-xr-x 1 root root 111550 Jun 20 12:44 1showthread.php.html
drwxr-xr-x 3 root root 6656 Jun 20 12:44 1showthread.php_files
-rwxr-xr-x 1 root root 129669 Jun 20 12:45 2showthread.php.html
drwxr-xr-x 3 root root 6656 Jun 20 12:45 2showthread.php_files
-rwxr-xr-x 1 root root 113424 Jun 20 12:46 3showthread.php.html
drwxr-xr-x 4 root root 6656 Jun 20 12:46 3showthread.php_files
Contoh lain : misalkan di dalam komputer kita terdapat sebuah partisi yang digunakan oleh instalasi Linux lainnya. Untuk dapat membaca partisi dan file-file yang ada di dalamnya kita harus mount terlebih dulu partisi tersebut. Yang perlu diketahui adalah nama partisi tersebut, anggap partisi tersebut adalah hda2. Contoh perintahnya adalah :
# pwd
/media
# ls
cdrom floppy usbflashdisk
# mkdir linux
# mount /dev/hda2 /media/linux/
# cd linux/
# pwd
/media/linux
# ls
bin dev home lib media mnt proc sbin srv tmp var
boot etc initrd lost+found misc opt root selinux sys usr
Beberapa distro Linux saat ini sudah menambahkan fitur auto mount, sehingga semua perangkat yang dipasangkan ke dalam komputer langsung dikenali (plug and play).
23. umount : perintah ini dipakai untuk melepaskan sebuah perangkat dari sistem operasi. Misalnya untuk melepaskan USB flash disk dari sistem kita dapat menggunakan perintah ini :
# umount /mnt/usb
24. date : perintah ini digunakan untuk menampilkan tanggal dan jam pada saat ini. Tampilan yang muncul ketika kita menggunakan perintah date adalah seperti berikut ini :
# date
Tue Jun 26 22:05:01 EDT 2007
25. cal : perintah ini digunakan untuk menampilkan kalendar dalam terminal.
# cal
June 2007
Su Mo Tu We Th Fr Sa
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
26. exit : perintah ini dipakai untuk keluar dari konsol/terminal.
27. bash : perintah ini dipakai untuk menggunakan konsol bash (GNU Bourne-Again Shell).
28. ifconfig : perintah ini digunakan untuk melihat konfigurasi IP yang sudah ada pada network interface yang ada dalam PC kita. Perintah untuk melihat konfigurasi IP yang sudah ada di dalam komputer adalah seperti berikut :
# ifconfig -a
Lihat contoh berikut ini :
# ifconfig -a
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:E0:00:3B:6E:CA
inet addr:222.124.79.24 Bcast:222.124.79.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::2e0:ff:fe3b:6eca/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:2782 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:2903 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2040964 (1.9 MiB) TX bytes:517219 (505.0 KiB)
Interrupt:9 Base address:0×2000
Perintah ifconfig juga dapat dipakai untuk menentukan alamat IP dan netmask pada suatu interface.Untuk menkonfigurasi sebuah IP pada suatu interface, perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :
# ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0
Pada contoh di atas interface yang akan diberi IP misalnya adalah Ethernet 0 (eth0).
29. shutdown : perintah ini dipakai untuk me-restart atau mematikan komputer. Dengan menggunakan perintah ini kita dapat me-restart komputer, bisa juga men-shutdown komputer. Perintah untuk mematikan komputer adalah seperti berikut ini :
# shutdown -y -i0 -g0
Perintah untuk merestart komputer adalah seperti berikut ini :
# shutdown -y -i6 -g0
Kedua perintah di atas dilengkapi dengan beberapa opsi, arti dari masing-masing opsi tersebut adalah :
(a) -y – opsi ini menjawab “yes” untuk semua pertanyaan yang muncul selama proses shutdown.
(b) -g – opsi ini adalah singkatan dari “go”. Dengan menggunakan opsi ini kita bisa mengatur kapan proses shutdown dijalankan. Misalnya kita menggunakan opsi -g0, artinya kita mengatur supaya proses shutdown langsung dijalankan nol detik setelah kita memberikan perintah. Satuan waktu yang digunakan adalah detik.
(c) -i – opsi ini adalah singkatan dari “init”. Ada 6 tingkatan mode init dalam lingkungan Unix. Yang
sering digunakan adalah init 0 dan init 6. Init 0 dipakai untuk mematikan komputer sementara init 6 dipakai untuk me-restart komputer.
30. reboot : perintah ini digunakan untuk me-restart komputer. Perintah reboot ini mirip dengan perintah shutdown -i6. Perintah ini membutuhkan hak akses root untuk dapat dijalankan.
31. useradd : perintah ini dipakai untuk menambah pengguna (user) yang berhak menggunakan sistem
operasi dalam komputer kita. Format perintahnya adalah seperti berikut ini :
# useradd <username>
Perintah penambahan user account ini memiliki beberapa opsi, di antaranya adalah :
(a) -u : opsi ini dipakai untuk menentukan user ID (UID). Opsi in diikuti dengan nilai yang diinginkan. Misalnya UID yang akan dipakai 100, maka format perintahnya adalah -u 100. Cara penulisan opsi dan nilainya ini berlaku sama untuk semua opsi.
(b) -g : opsi ini dipakai untuk menentukan group ID.
(c) -c : opsi ini dipakai untuk menambahkan comment pada sebuah user account.
(d) -s : opsi ini dipakai untuk menentukan jenis shell (default shell) yang digunakan oleh user ketika pertama kali login.
(e) -d : membuat home directory.
(f) -m : memaksa sebuah home directory yang belum ada untuk ditambahkan. Opsi ini tidak membutuhkan nilai apapun.
(g) -p : menentukan password untuk user tertentu.
32. usermod : perintah ini digunakan untuk mengubah sebuah user account. Perintah ini dapat menggunakan opsi-opsi yang dimiliki perintah useradd. Kita dapat memodifikasi user ID, grup ID, comment, shell, home directory, password dari sebuah username. Format perintahnya sama dengan perintah useradd, yaitu :
# usermod <opsi> <username>
33. userdel : perintah ini dipakai untuk menghapus sebuah user account. Format perintah untuk menghapus sebuah username adalah sesederhana berikut ini :
# userdel <username>
34. passwd : perintah ini kita gunakan apabila kita ingin mengubah password login kita. Tampilan yang muncul ketika kita menggunakan perintah ini adalah seperti berikut ini :
# passwd
Changing password for user tedy.
Changing password for tedy
(current) UNIX password:
New UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: all authentication tokens updated successfully.
Ketika kita ingin mengganti password, mula-mula kita diminta memasukkan password lama kita. Kemudian kita diminta memasukkan password baru yang kita inginkan sebanyak 2 kali (untuk pemeriksaan). Perlu diketahui, tidak ada karakter yang muncul ketika kita mengetikkan password.
35. df : perintah ini dipakai untuk mengetahui berapa besar kapasitas harddisk yang terpasang dalam komputer, berapa yang sudah terpakai dan berapa sisanya. Contoh tampilan saat menggunakan perintah df adalah seperti ini :
# df
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda2 7.7G 4.1G 3.3G 56% /
/dev/hda1 20G 8.6G 12G 44% /mnt/windows
Perintah df memiliki beberapa opsi yang dapat digunakan, beberapa di antaranya adalah :
(a) -k : dengan menggunakan opsi ini kapasitas harddisk ditampilkan dalam satuan block.
# df -k
Filesystem 1K-blocks Used Available Use% Mounted on
/dev/hda2 8064304 4257372 3397276 56% /
/dev/hda1 20482840 8922636 11560204 44% /mnt/windows
(b) -h : dengan menggunakan opsi ini data kapasitas harddisk ditampilkan dalam format yang mudah dibaca; misalnya 130K, 432M, 4G.
(c) -t : dengan menggunakan opsi ini data akan diurutkan menurut tipe file systemnya.
Posted by: irfan on: June 25, 2007
Mungkin banyak yang sudah melakukan instalasi VMware di Linux. Tapi untuk instalasi Vmware di slackware 9/10 berbeda dengan distro Linux yang lain karena di Slackware tidak ada file rc0.d s/d rc6.d di direktori /etc/init.id. Berikut langkahnya, saya coba di Slackware 9 :
1. Buat struktur init
# mkdir /etc/init.d
# cd /etc/init.d
# for i in {0,1,2,3,4,5,6}; do mkdir rc$i.d; done -> Untuk membuat file rc0.d s/d rc6.d
2. Install vmware
./vmware-install.pl
3. Jawab konfirmasi yang muncul pada saat proses instalasi
4. Pilih No pada saat konfirmasi instalasi di bagian Networking. Karena di Slackware 9/10 tidak jalan.
5. Setelah instalasi selesai buat file rc.vmware di init
# cp /etc/init.d/vmware /etc/rc.d/rc.vmware
# chmod +x /etc/rc.d/rc.vmware
6. Edit file /etc/rc.d/rc.local
# awal script
# jalankan file rc.vmware
if [ -x /etc/rc.d/rc.vmware ]; then
/etc/rc.d/rc.vmware start
fi
# akhir script
7. Hapus file init.d
# rm /etc/init.d -r
8. Selesai, jalankan vmware
#/usr/bin/vmware.
Vmware dapat berjalan dengan baik, tapi tidak bisa untuk seting networking nya. Ada yang bisa bantu ?
Posted by: irfan on: June 18, 2007
Langkah besar telah di mulai di UGM dengan adanya UGOS (UGM Goes Open Source), bisa Anda lihat di http://ugos.ugm.ac.id/ . Dimana UGM akan mulai melakukan migrasi sistem operasi dan perangkat lunaknya ke open source. Sejak tulisan ini dibuat tim UGOS telah melakukan survei ke PAU Bioteknologi, Fasnet, Pasca Sarjana dan Farmasi untuk mengamati hardware dan kebutuhan softwarenya.
Sebenarnya PLBOS (Perangkat Lunak Berbasis Open Source) sudah ada banyak sekali yang tersedia gratis namun berkualitas yang belum dimanfaatkan. Di UAD sendiri sampai saat ini untuk sistem operasi dan perangkat lunaknya terutama untuk praktikum masih banyak memakai software propietary. Berikut ini daftar PLBOS terutama untuk praktikum yang dapat dijadikan salah satu alternatif :
|
Software Propietary |
PLBOS |
| 1. SPSS | 1. R |
| 2. Mathlab | 2. Scilab |
| 3. VB | 3. Gambas |
| 4. VB.NET | 4. Mono |
| 5. Macromedia Dreamwaver | 5. NVU |
| 6. Rational Rose | 6. Argo UML , Umbrello |
| 7. TASM | 7. NASM |
Sebenarnya masih banyak lagi yg lain, capek nulisnya hehe. Untuk aplikasi perkantoran Open Office sudah sangat baik untuk menggantikan Microsoft Office dan untuk sistem operasi bisa pake distro linux Ubuntu yang ditujukan untuk desktop sehingga mudah digunakan.
Akankah ada ADGOS (Ahmad Dahlan Goes Open Source) yang akan menyusul ???. Semoga saja.
Posted by: irfan on: June 16, 2007
Mktime() adalah fungsi untuk membuat sebuah UNIX timestamp sesuai dengan waktu yg kita inginkan, gunanya untuk mempermudah perkerjaan memanipulasi date/time dengan fungsi-fungsi Date/Time PHP yang ada.
Misal untuk mengetahui hari pada tanggal 15 Januari 2006 :
<?php
$hari = mktime(0,0,0,01,15,2006);
echo date(”M”, $hari);
?>
Sedangkan berikut ini contoh untuk membandingkan mana tanggal yang terbaru :
<?php
$a = ‘08/05/2007′;
$b = ‘07/05/2007′;
$pecah1 = explode (”/”, $a);
$pecah2 = explode (”/”, $b);
if (mktime(0,0,0,$pecah1[1],$pecah1[0],$pecah1[2]) > mktime(0,0,0,$pecah2[1],$pecah2[0],$pecah2[2])) {
echo “Tgl terbaru”;
}
else {
echo “Tgl lama”;
}
?>
Posted by: irfan on: June 6, 2007
Selain memiliki banyak keunggulan, Linux juga punya efek buruk lo bagi penggunanya. Ini nih contoh efek buruknya :
1. Kamu akan jadi sering begadang sampe malem, karena asyik ngoprek Linux, jadinya boros listrik,kopi dan camilan.
2. Cewek kamu jadi kurang suka ama kamu karena kamu lebih perhatian ama Linux kamu dari pada cewek kamu.
3. Kamu akan berpikir bahawa didunia ini serba gratis, karena kamu dapet apa-apa dari Linux juga serba gratis.
Dari semua efek diatas, satu yang diingat. “Itu cuma bercanda”
Posted by: irfan on: June 2, 2007
Qemu emulator adalah salah satu emulator os dan merupakan software open source. Ada juga emulator yang lain salah satunya VM Ware , tetapi memerlukan spesifikasi hardware yg lebih tinggi dari Qemu dan juga VM Ware merupakan software komersial. Berikut langkah-langkah instalasi Windows XP di Linuxdengan Qemu :
1. Download paket qemu di :
http://www.qemu.org/download.html
2. Ekstrak lalu install paket kqemu
# tar -xvzf Desktop/kqemu-1.3.0pre7.tar.gz
# cd kqemu-1.3.0pre7/
# ./configure
# make && make instal
lkqemu akan membuat module kernel baru yaitu :
/lib/modules/2.6.11-1.1369_FC4/misc/kqemu.ko dan membuat device /dev/kqemu
3. Agar kernel memanggil module kqemu
# /sbin/modprobe kqemu major=0
4. Setelah kqemu diintsall, ektrak qemu di /
# tar -xvzf qemu-0.8.1-i386.tar.gz
hasil ekstraksi, akan meletakkan qemu di direktori /usr
5. Sebelum menjalankan qemu, buat image drive dulu. Tujuan pembuatan image drive ini untuk meletakakkan vile virtual nya.
# dd of=tes.img bs=1024 seek=3000000 count=0
maksud perintah di atas adalah membuat image yang bernama tes.img sebesar 3 GB
7. Jalankan qemu
# qemu -win2k-hack -boot d -cdrom /dev/cdrom -hda xp.img
Qemu bisa menjalankan proses instalasi tanpa mempengaruhi proses yang lain. Menjalan
qemu setelah windows terinstall :
# qemu -win2k-hack -hda xp.img -net nic
Posted by: irfan on: June 2, 2007
Kenangan terindah dalam hidupku saat melaksanakan KKN di SMK N 2 Temanggung. Terima kasih aku ucapkan pada pihak SMK N 2 Temanggung dan juga siswanya yang baik-baik dan manis-manis hehehe.
Juga buat temen-temen KKN, walau kenal belum lama ternyata kalian adalah teman terbaik sampai saat ini. Ntar kalo dah lulus entah jadi orang sukses atau orang merana
(Moga-moga kita sukses semua , Amiiiin) jangan saling lupa, tetap pada inget yo hehe. Apalagi yang dari luar Jogja (Dedi, Ozi, Dina, Ririh dan Titin) sering-sering mampir ke Jogja & bawa oleh-oleh yo.
Buat Dedy : Tolong ajari aku bahasa Inggris
Buat Ozi : Kau emang paling suka ama Manchester United, tapi aku paling benci ama MU. Bravo Milan he..he..
Buat Titin : Kalo bangun jangan kesiangan mending kesorean aja, tanggung. hua hua ha
Buat Shinta : Koe emang paling rajin kalo ngetik.
Buat Hermi : Kapan mancing lagi ke tempatmu ?
Buat Dina : Jangan kebanyakan ngitung rumus, entar pusing hehe
Buat Ririh : Kalo ngitung duit emang koe jagonya.
Buat Neni : Masakanmu emang enak tenaannnn.
Cari musuh itu gampang, cari sahabat itu susah, apa lagi cari harta karun wah tambah susah kui hehe. Thanks For All ….
Posted by: irfan on: June 2, 2007
Alhamdulilah, seperti yang telah kami rencanakan akhirnya kami berhasil menyelenggarakan Rapat Kerja KSL UAD pada tanggal 29 Mei pukul 20.00 – 01.00 WIB. Yang hadir adalah seluruh pengurus inti KSL dan calon anggota OSRG UAD.
Yang membuat saya senang adalah antusiasme dan semangat tinggi para peserta raker malam itu. Adapun beberapa hasil yang kami sepakati pada acara tersebut adalah sebagai berikut :
Semoga dengan adanya AD/ART dan program kerja yang jelas serta sistem manajemen organisasi KSL yang baik akan bisa membawa banyak manfaat kepada banyak pihak. Rencananya setelah semua siap, akan diselenggarakan relaunching KSL-OSRG UAD dengan menyelenggarakan berbagai acara seperti talk show, seminar, install fest, dll. Sukses selalu dan bravo KSL-OSRG UAD…!
Dikutip dari http://4rd1.wordpress.com
Posted by: irfan on: June 2, 2007
Akhirnya berhasil juga saya remaster Ubuntu 6.10. Udah saya coba pakai emulator Qemu dan berhasil Senangnya hatiku. Setelah selesai sekarang mulai memasukkan software tambahan ke default install. Rencanaya akan aku tambah Gambas, Borland Kylix, Scilab, R, dll.
Posted by: irfan on: June 1, 2007
Setelah 3,5 tahun kuliah di UAD, akhirnya tiba juga saat untuk buat skripsi. Skripsi yang saya ambil tentang pembuatan distro yang spesifik buat Jurusan Teknik Informatika. Konsep yang aku pakai remastering bukan LFS, karena waktu yang sempit dan juga lebih enak remastering buat pengembangannya hehe….
Bingung juga ya menentukan distro apa sebagai basis ? Pertama aku pakai Mandriva , bisa juga sih akhirnya, tapi aku ga tau gimana tu cara merubah installer nya. Setelah Mandriva saat ini aku baru coba pakai Ubuntu 6.10 buat distro basisnya.
Tunggu ya kira2 gimana dengan Ubuntu ini nantinya.
Posted by: irfan on: April 21, 2007
Waktu instalasi Slackware selesai trus aku coba, ehhh kok scroll mouse nya ga mau ya. Tak ada cara lain selain buka Google untuk cari tau. Ternyata ada file yang harus dikonfigurasi manual, yaitu file xorg.conf.
Lewat konsole :
vi /etc/X11/xorg.conf
Cari baris dengan awalan seperti ini:
Section “InputDevice”
Ubah keseluruhan baris pada section tersebut menjadi seperti ini:
Section “InputDevice”
Identifier “mouse1″
Driver “mouse”
Option “Buttons” “7″
Option “Device” “/dev/mouse”
Option “Name” “ImExPS/2 Generic Explorer Mouse”
Option “Protocol” “explorerps/2″
Option “Vendor” “Sysp”
Option “ZAxisMapping” “4 5″
EndSection
Untuk mouse USB, Protocolnya adalah:
“imps/2″ atau “imps2″
Simpan file, lalu restart desktop.